Tampilkan postingan dengan label laporan praktikum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label laporan praktikum. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 November 2012

Praktikum perkecambahan pada biji jagung



    I.        Tujuan
a.    Mengetahui pengaruh sinar matahari terhadap proses perkecambahan pada biji jagung.
b.    Mengetahui tipe perkecambahan pada biji jagung.
  II.        Alat dan bahan
a)    Gelas aqua 6 buah
b)   Kapas secukupnya
c)    Mistar
d)   Paku
e)    Biji jagung 60 biji(biji yang sehat dan yang mempunyai ukuran yang sama)
f)    Air
III.        Prosedur
a.    Menyiapkan alat dan bahan (Melubangi gelas aqua dengan paku)
b.    Menyiapkan biji yang telah di pilih
c.    Memberikan label A1,A2,A3,B1,B2, dan B3 pada masing-masing gelas aqua
d.    Menyiapkan medium tumbuh menggunakan kapas yang telah di basahi dengan air
e.    Menempatkan masing-masing wadah  dengan 10 biji jagung
f.    Menempatkan wadah A1,A2,A3 di tempat yang terang dan B1,B2,B3 di tempat  yang gelap terlindung dari sinar matahari langsung.
g.    Melakukan pengamatan pada hari ke 3 untuk bji yang berlabel A1 dan B1,hari ke 4 untuk buiji yang berlabel A2 dan B2,dan hari ke 5 untuk biji yang berlabel A3 dan B3.
h.    Mencatat hasil pengamatan pada table hasil pengamatan
 IV.        Table pengamatan
NO
Ditempat yang terang
Ditempat yang gelap
Keterangan
A1
A2
A3
B1
B2
B3
1
1,9
0,5
1
5,6
10
12,4
Semua biji
2
2
1
3
4,7
10,5
12,7
Tumbuh
3
1,5
0,5
Tdk tmbuh
5
9,5
13
A3 tak tmbuh
4
1
Tdk tmbuh
2
4,9
9,8
13,5
A2 tak tmbuh
5
0,5
0,5
1,5
5,2
11
14
Semua biji tumbuh
6
Tdk tmbuh
1,5
Tdk tmbuh
5,5
10,9
13,9
A2 dan A3 tidak tumbuh
7
2,1
0,5
2,5
4,7
9,7
13,4
Semua biji tumbuh
8
2
Tdk tmbuh
1
5
8,4
12,5
A2 tidak tumbuh
9
1,8
Tdk tmbuh
2
4,5
9
11
A2 tidak tumbuh
10
2,2
Tdk tmbuh
Tdk tmbuh
5,6
10
13,2
A2 dan A3 tidak tidak tumbuh
Rata - rata
1,5
0,45
1,3
5,07
9,9
12,96


    V.        Analisis data
            Pada sub bab ini kelompok kami akan mencoba menganalisis data-data yang telah kami peroleh dari percobaan diatas dan berikutlah analisisnya:
            Pada pengamatan pertama yang dilakukan 3 hari setelah penanaman biji  kami lakukan pengamatan pada biji jagung yang berlabel A1(di tempatkan di tempat yang terkena sinar matahari) dan pada biji jagung yang berlabel B1(di tempatkan pada tempat yang gelap).pada label A1 terdapat 1 biji yang tidak tumbuh sedangkan yang lainnya tumbuh dengan rata-rata 1,5cm.tapi pada label B1 semua biji tumbuh dengan rata-rata tinggi mencapai 5,07 cm.hal ini tentu sangat jauh berbeda dengan biji-biji yang ada di label A1 yang nilai rata-rata nilai tingginya 1,5 cm.
            Pada hari berikutnya (Hari ke 4)kami melakukan pengamatan pada biji-biji yang berlabel A2 dan B2.biji yang berlabel “A” kami letakan di tempat yang terkena sinar matahari,sedangkan biji yang berlabel “B” kami letakan di tempat yang gelap jauh dri sinar matahari.dan ini lah hasil datanya:pada gelas berlabel A2 terdapat 4 bijji yang tidak tumbuh sedangkan sisanya tumbuh dengan tinggi sekitar 0,45 cm.pada gelas B2semua biji tumbuh dengan rata-rata tinggi 9,9cm.hasilnya pun sama dengan pengamatan pertama di atas yakni biji pada tempat yang gelap lebih cepat tumbuh di bandingkan dengan biji yang terkena sinar matahari secara terus menerus.hal ini memunculkan pertanyaan daam benak kami “apa yang membuat perbedaan pada proses perkecambahan pada biji jagung di tempat yang gelap dengan yang terang?”dan “apa saja factor-faktor yang mempengaruhi proses perkecambahan?”
Untuk lebih menyakinkan pertanyaan kami,kami melakukan pengamatan yang ke3 pada label A3 dan B3 dan hasilnya sebagai berikut:pada label A3 terdapat 3 biji yang tidak tumbuh dan 7 lainnya tumbuh dengan rata-rata tinggi 1,3cm.sedangkan pada label B3 semua biji tumbuh dengan sehat dengan rata-rata 12,9cm.sudah Nampak jelas perbedaan antara tinggi tumbuhan pada tempat terang dan gelap.bukan Cuma itu,di tempat terang pun banyak biji yang tidak tumbuh sedangkan pada tempat yang gelap tidak ada satu pun biji yang tak tumbuh.dan masih banyak perbedaan-perbedaan lainnya,namun ada sedikit ke janggalan pada data kami yakni nilai rata – rata A1 lebih tinggi dri pda A2?padahal A1 di amati sebelum A2….semua pertanyaan-pertanyaan yang muncul kami kumpulkan untuk di bahas,sehingga kami susun dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut:
1)    Mengapa terjadi perbedaan pada proses perkecambahan pada tempat yang terang dan tempat yang gelap?
2)   Mengapa pada gelas berlabel “A” banyak terdapat biji yang tidak tumbuh sedangkan pada gelas berlabel “B” semua biji tumbuh dengan sehat?
3)   Selain itu apa factor-faktor yang lain yang mempengaruhi proses pertumbuhan??
4)   Mengapa terjadi kejanggalan pada biji berlabel A1??
5)   Termasuk tipe perkecambahan manakah proses pekercambahan pada biji jagung?
 VI.        Pembahasan
Dalam sub bab ini kami akan mencoba menjawab dan membahas pertanyan-pertanyan yang muncul dalam benak kami di atas.dan inilah hasilnya:

1.     Proses perkecambahan pada tempat yang terang dengan tempat yang gelap memang terjadi perbedaan sangat mencolok,trutama pada tinggi tumbuhan.hal ini disebabkan cahaya matahari.cahaya matahari dapat merusak hormone auksin(hormone pertumbuhan) sehingga mnyebabkan sulitnya pembelahan sel terjadi,dan secara otomatis menghambat proses pertumbuhan.makanya tumbuhan yang terkena sinar matahari akan lambat proses pertumbuhannya di bandingkan tumbuhan yang tidak terkena sinar matahari.
2.    Pada gelas berlabel “A” bisa terjadi kekurangan air karena terjadi proses penguapan secara terus menerus selama siang hari,sehingga biji kekurangan bahan makanan dan tidak dapat menumbuhkan tunas baru.mungkin juga di sebabkan dengan hormone auksin yang rusak karena terjangan sinar matahari.sehingga biji tidak dapat menumbuhkan tanaman jagung degan baik.
3.    Selain air,dan sinar matahari hormone-hormon pada tumbuhan seperti auksin,giberilin,sitokinin,gas etilen.dan juga factor gen,dan cadangan makanan.
4.    testa pada biji jagung sangatlah tebal dari biji-biji yang lainnya,hal ini menyulitkan air masuk ke dalam embrio si jagung.akibatnya si biji jagung akan agak terhambat proses pertumbuhannya di bandingkan dengan biji-biji yang lain yang  bertesta yang tipis.nah kebetulan air pada A1 ini agak banyak dri pada A2 dan A3 sehingga proses pertumbuhannya lebih cepat di bandingkan dengan A2 dan A3.
5.    Proses perkecambahan pada biji jagung termasuk jenis perkecambahan hypogeal karena kotiledon tetap ada di permukaan tanah.

Perlu kami tambahkan bahwa tumbuhan sangat memerlukan oksigen untuk berespirasi yakni dengan mengikat oksigen yang berada di dalam air (H2O) untuk mengoksidasi cadangan makanan untuk menghasilkan energy untuk bernafas dan melakukan kegiatan metabolism lainnya.

VII.        Kesimpulan
ü  Sinar matahari sangat berpengaruh sangat berpengaruh dalam proses pertumbuhan,semakin sering terkena sinar matahari maka tanaman itu semakin lambat proses pertumbuhannya.begitu pula sebaliknya.
ü  Selain sinar matahari ada juga beberapa factor yang mempengaruhi proses pertumbuhan seperti :air,hormone,gen,suhu,testa,dan cadangan makanan.
ü  Proses perkecambahan pada biji jagung termasuk jenis perkecambahan hypogeal.

VIII.        Penutup
Demikianlah laporan yang dapat kami buat tentang perkecamban pada jagung ini.apabila ada kesalahan mohon di maklumi karena kami baru belajar.semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi kelompok kami maupun orang lain.
Wassalamualaikum.wr.wb

Jumat, 02 November 2012

laporan perkecambahan pada biji kacang merah


 I .  TUJUAN
1.    Mengetahui pengaruh sinar matahari terhadap proses perkecambahan biji kacang merah
2.    Mengetahui tipe perkecambahan pada biji kacang merah
II.  ALAT DAN BAHAN
a)    ALAT
·       Gelas aqua                                       6 buah
·       Kapas                                                secukupnya
·       Mistar                                               1
·        Paku                                                          1
b)    BAHAN
·       Biji kacang merah                                     60 biji
·       Air                                                     secukupnya
III. prosedur
1.    Menyiapkan alat dan bahan
2.    Memilih biji yang sehat
3.    Memberikan aerasi pada semua wadah dan memberi nama a1,a2,a3,b1,b2,dan b3
4.    Menyiapkan medium tumbuh menggunakan kapas basah
5.    Menempatkan masing-masing 10 biji pada setiap wadah
6.    Menempatkan wadah a1,a2,dan a3 di tempat yang terang dan wadah b1,b2, dan b3 di tempat yang gelap
7.    Melakukan pengamatan pada hari ke 3 untuk a1 dan b1, hari ke 4 untuk a2 dan b2, hari ke lima untuk a3 dan b3
8.    Mencatat hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan

IV.  tabel hasil pengamatan
NO
Di tempat yang terang
Di tempat yang gelap
keterangan
A1
A2
A3
B1
B2
B3
1
29
41
45
50
140
142
-
2
15
33
32
30
131
123
-
3
26
39
25
41
120
145
-
4
7
15
36
32
95
102
-
5
21
17
15
24
71
114
-
6
2
16
25
19
32
21
-
7
13
11
(busuk)
20
43
45
1 biji busuk
8
30
9
(busuk)
13
25
32
1 biji busuk
9
23
(Busuk)
(busuk)
14
51
11
2 biji busuk
10
(Busuk)
(Busuk)
(busuk)
17
15
46
3 biji busuk
Rata-rata
18
24
29
26
72
78

*catatan: panjang kecambah dalam satuan (mm)

V. pengamatan
Ø Pada hari ketiga panjang kecambah di peroleh :
o   A1(di tempat yang terang ) :
29mm,15mm,26mm,7mm,21mm,2mm,13mm,30mm,23mm dan satu biji tidak tumbuh karena busuk, dengan rata-rata 18mm
o    B1( di tempat yang gelap) :
50mm,30mm,41mm,32mm,24mm,19mm,20mm,13mm,14mm,dan 17mm dengan rata-rata 26mm
Ø Pada hari ke empat panjang kecambah di peroleh:
o   A2(di tempat yang terang) :
41mm,33mm,39mm,15mm,17mm,16mm,11mm,9mm, dan  dua biji tidak tumbuh karena busuk, dengan rata-rata 24mm
o   B2(di tempat yang gelap):
140mm,131mm,120mm,95mm,71mm,32mm,43mm,25mm,51mm,15mm dengan rata-rata 72mm
Ø Pada hari ke lima panjang kecambah di peroleh:
o   A3(di tempat yang terang) : 45mm,32mm,25mm,26mm,15mm,25mm, dan empat biji tidak tumbuh karena busuk , dengan rata-rata  29mm
o   B3 (di tempat yang gelap) :
144mm,123mm,145mm,102mm,114mm,21mm,45mm,32mm,11mm,dan 46mm, dengan rata-rata 78mm

VI.           Pembahasan
Pada hari ketiga kami melakukan pengamatan pada biji kacang merah yang di letakkan di dalam gelas berlabel A1 dan B1. Perbandingan biji kacang merah yang di letakkan pada gelas yg berlabel A1 ( di letakkan pada tempat terang) dan biji kacang merah yang di di letakkan pada gelas yang berlabel B1  ( di letakkan pada tempat yang gelap ) . pada label A1 ada satu biji yang tidak tumbuh dan sembilan biji lainya tumbuh dengan rata-rata 18mm, dan pada label B1 biji tumbuh semua dengan rata-rata 26mm. Dari hal di atas terbukti bahwa biji pada gelas yang berlabel label B1 lebih panjang dengan rata-rata 26mm, dari pada biji pada gelas yang berlabel A1  dengan rata-rata 18mm
Kemudian pada hari empat kami kembali melakukan pengamata, yaitu pada biji kacang merah yang di letakkan di dalam gelas yang berlabel A2 dan B2. Hasilnya biji yang diletakkan di dalam gelas yang berlabel A1 ( di letakkan di tempat yang terang ) bijinya bukan tumbuh semua , melainkan ada dua biji yang tidak tumbuh ( busuk ) dan delapan biji lainnya tumbuh dengan rata-rata 24mm. dan biji kacang merah yang di letakkan di dalam gelas yang berlabel B2 ( di letakkan di tempat yang gelap ) bijinya tumbuh semua dengan rata-rata 72mm. dengan hal ini sudah terlihat jelas bahwasannya biji yang di letakkan di tempat yang gelap lebih panjang dari pada biji yang di letakkan di tempat yang terang, namun biji yang di letakkan di tempat yang terang bijinya lebih pendek, batang kukuh, daun berkembang sempurna danberwarna hijau dan biji yang di letakkan di tempat yang gelap akan pucat, daun tidak berkembang,  dan batang tidak kukuh.
supaya lebih jelasnya lagi,  pada hari ke lima kami melakukan pengamatan pada biji kacang merah yang di letakkan di dalam gelas yang berlabel A3( di letakkan di tempat yang terang ) dan biji kacang merah yang di letakkan di dalam gelas yang berlabel B3( di letakkan di tempat yang gelap ).  Perbandingan biji kacang merah yang di letakkan pada gelas yg berlabel A3 ( di letakkan pada tempat terang) dan biji kacang merah yang di di letakkan pada gelas yang berlabel B3 ( di letakkan pada tempat yang gelap ) . pada label A3 ada tiga biji yang tidak tumbuh (busuk) dan tujuh lainnya tumbuh dengan rata-rata 29mm, dan pada label B3 biji tumbuh semua dengan rata-rata 78mm. Dari hal di atas terbukti bahwa biji pada gelas yang berlabel label B3 lebih panjang dengan rata-rata 78mm, dari pada biji pada gelas yang berlabel A3  dengan rata-rata 29mm.
Pada tabel A1 ada satu biji yang tidak tumbuh, ada beberapa faktor yang menyebabkan biji tersebut tidak tumbuh. Pada proses perkecambahan cahaya yang cukup dan aliran udara yang lancar sangat membantu biji untuk dapat bernafas dan melakukan metabolisme , saat berkecambah lingkungan di sekitar biji tidak boleh terlalu lembab atau banyak mengandung air . lingkungan yang terlalu lembab dapat menyebabkan biji tidak dapat bernafas bahkan dapat menjadi busuk, dan apabila factor-faktor tersebut tidak terpenuhi, maka biji akan tetap dalam keadaan dormansi, artinya biji akan tetap berada dalam masa tidur yang panjang dan tidak akan berkecambah
Pada tabel A2 juga terdapat beberapa biji yang tidak tumbuh , dan biji yang tidak tumbuh kali ini lebih banyak di bandingkan pada tabel A1, yang hanya  satu biji yang tidak tumbuh . pada tabel A2 ini ada dua biji yang tidak tumbuh hal ini di sebabkan karena pada saat proses perkecambahan biji kacang merah di letakkan di bawah terik matahari secara langsung , dan pada saat itu Kelembaban sangat di butuhkan yaitu melalui air , Proses perkecambahan dimulai dengan adanya peristiwa imbibisi yaitu masuknya air ke dalam biji sehingga menyebabkan biji membengkak kemudian pecah. Kelembaban yang terlalu tinggi menyebabkan penguapan yang terjadi sedikit. Sehingga transpor air lambat dan makanan lambat sampai ke tumbuhan. Akibatnya tumbuhan lambat tumbuh. Sebaliknya kelembaban yang terlalu rendah menyebabkan penguapan sangat banyak. Sehingga biji mengalami kekeringan dan biji tidak akan tumbuh.
Pada tabel A3 terdapat tiga biji yang tidak tumbuh hal ini di sebabkan karena adanya sirkulasi udara yang tidak lancar sehingga menyebabkan biji tidak bisa bernafas , dengan adanya cahaya yang cukup dan aliran udara yang lancar akan sangat membantu biji untuk dapat bernafas dan melakukan metabolisme , saat berkecambah lingkungan di sekitar biji tidak boleh terlalu lembab atau banyak mengandung air . lingkungan yang terlalu lembab dapat menyebabkan biji tidak dapat bernafas bahkan dapat menjadi busuk, dan apabila factor-faktor tersebut tidak terpenuhi, maka biji akan tetap dalam keadaan dormansi , artinya biji akan tetap berada dalam masa tidur yang panjang dan tidak akan berkecambah, selain itu apabila kelembaban terlalu rendah maka akan menyebabkan penguapan sangat banyak sehingga biji akan mengalami kekeringan dan tidak akan bisa tumbuh (busuk).

selain itu kami menemukan beberapa fakta yang sedikit unik , yaitu biji kacang merah yang berada di dalam gelas yang berlabel “B” biji di dalamnya tumbuh dengan panjang dan biji yang diletakkan di dalam gelas yang berlabel “A” biji di dalamnya tumbuh dengan lebih pendek . Dengan hal ini kami meneliti lagi, ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, salah satunya Cahaya matahari, mengapa cahaya matahari dapat di golongkan sebagai faktor yang menyebabkan terjadinya hal ini? Tidak lain karena cahaya ini dapat merusak hormon AUKSIN dimana hormon ini dapat membantu sekali dalam proses pertumbuhan, pada biji kacang merah yang di letakkan di tempat yang terang ( di bawah terik matahari) pasti lebih pendek atau pertumbuhannya lebih lambat , dan sebaliknya biji kacang merah yang di letakkan di tempat yang gelap ( tidak terkena cahaya matahari)  pasti lebih panjang atau pertumbuhannya lebih cepat.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman  diantaranya:
• Suhu / Temperatur Lingkungan
Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22°C-37°C. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti.
• Kelembaban Udara
Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.
• Cahaya Matahari
Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar matahari dapat menghambat proses pertumbuhan.
• Hormon
Hormon pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan pertumbuhan seperti hormon auksin untuk membantu perpanjangan sel, hormon giberelin untuk pemanjangan dan pembelahan sel, hormon sitokinin untuk menggiatkan pembelahan sel dan hormon etilen untuk mempercepat buah menjadi matang.

VII. kesimpulan
ü Pengaruh sinar matahari terhadap proses perkecambahan , Pada keadaan gelap, pertumbuhan tanaman mengalami Etiolasi yang ditandai dengan pertumbuhan yang abnormal (lebih panjang), pucat,daun tidak berkembang, dan batang tidak kukuh. Sebaliknya, dalam keadaan terang tumbuhan lebih pendek, batang kukuh, daun berkembang sempurna dan berwarna hijau.
ü Tipe perkecambahan pada biji kacang merah adalah epigeal

VIII . penutup
          Alhamdulilah dengan rahmat taufik hidayah ALLAH SWT kami bisa menyelesaikan laporan tentang perkecambahan pada biji kacang merah ini, semoga laporan ini bisa bermanfaat bagi yang membaca. Tapi laporan ini belum sempurna karena kesempurnaan itu hanya milik ALLAH , maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran anda. Apabila ada kesalahan dalam penulisan laporan ini , harap di maklumi.