Jumat, 02 November 2012

laporan perkecambahan pada biji kacang merah


 I .  TUJUAN
1.    Mengetahui pengaruh sinar matahari terhadap proses perkecambahan biji kacang merah
2.    Mengetahui tipe perkecambahan pada biji kacang merah
II.  ALAT DAN BAHAN
a)    ALAT
·       Gelas aqua                                       6 buah
·       Kapas                                                secukupnya
·       Mistar                                               1
·        Paku                                                          1
b)    BAHAN
·       Biji kacang merah                                     60 biji
·       Air                                                     secukupnya
III. prosedur
1.    Menyiapkan alat dan bahan
2.    Memilih biji yang sehat
3.    Memberikan aerasi pada semua wadah dan memberi nama a1,a2,a3,b1,b2,dan b3
4.    Menyiapkan medium tumbuh menggunakan kapas basah
5.    Menempatkan masing-masing 10 biji pada setiap wadah
6.    Menempatkan wadah a1,a2,dan a3 di tempat yang terang dan wadah b1,b2, dan b3 di tempat yang gelap
7.    Melakukan pengamatan pada hari ke 3 untuk a1 dan b1, hari ke 4 untuk a2 dan b2, hari ke lima untuk a3 dan b3
8.    Mencatat hasil pengamatan pada tabel hasil pengamatan

IV.  tabel hasil pengamatan
NO
Di tempat yang terang
Di tempat yang gelap
keterangan
A1
A2
A3
B1
B2
B3
1
29
41
45
50
140
142
-
2
15
33
32
30
131
123
-
3
26
39
25
41
120
145
-
4
7
15
36
32
95
102
-
5
21
17
15
24
71
114
-
6
2
16
25
19
32
21
-
7
13
11
(busuk)
20
43
45
1 biji busuk
8
30
9
(busuk)
13
25
32
1 biji busuk
9
23
(Busuk)
(busuk)
14
51
11
2 biji busuk
10
(Busuk)
(Busuk)
(busuk)
17
15
46
3 biji busuk
Rata-rata
18
24
29
26
72
78

*catatan: panjang kecambah dalam satuan (mm)

V. pengamatan
Ø Pada hari ketiga panjang kecambah di peroleh :
o   A1(di tempat yang terang ) :
29mm,15mm,26mm,7mm,21mm,2mm,13mm,30mm,23mm dan satu biji tidak tumbuh karena busuk, dengan rata-rata 18mm
o    B1( di tempat yang gelap) :
50mm,30mm,41mm,32mm,24mm,19mm,20mm,13mm,14mm,dan 17mm dengan rata-rata 26mm
Ø Pada hari ke empat panjang kecambah di peroleh:
o   A2(di tempat yang terang) :
41mm,33mm,39mm,15mm,17mm,16mm,11mm,9mm, dan  dua biji tidak tumbuh karena busuk, dengan rata-rata 24mm
o   B2(di tempat yang gelap):
140mm,131mm,120mm,95mm,71mm,32mm,43mm,25mm,51mm,15mm dengan rata-rata 72mm
Ø Pada hari ke lima panjang kecambah di peroleh:
o   A3(di tempat yang terang) : 45mm,32mm,25mm,26mm,15mm,25mm, dan empat biji tidak tumbuh karena busuk , dengan rata-rata  29mm
o   B3 (di tempat yang gelap) :
144mm,123mm,145mm,102mm,114mm,21mm,45mm,32mm,11mm,dan 46mm, dengan rata-rata 78mm

VI.           Pembahasan
Pada hari ketiga kami melakukan pengamatan pada biji kacang merah yang di letakkan di dalam gelas berlabel A1 dan B1. Perbandingan biji kacang merah yang di letakkan pada gelas yg berlabel A1 ( di letakkan pada tempat terang) dan biji kacang merah yang di di letakkan pada gelas yang berlabel B1  ( di letakkan pada tempat yang gelap ) . pada label A1 ada satu biji yang tidak tumbuh dan sembilan biji lainya tumbuh dengan rata-rata 18mm, dan pada label B1 biji tumbuh semua dengan rata-rata 26mm. Dari hal di atas terbukti bahwa biji pada gelas yang berlabel label B1 lebih panjang dengan rata-rata 26mm, dari pada biji pada gelas yang berlabel A1  dengan rata-rata 18mm
Kemudian pada hari empat kami kembali melakukan pengamata, yaitu pada biji kacang merah yang di letakkan di dalam gelas yang berlabel A2 dan B2. Hasilnya biji yang diletakkan di dalam gelas yang berlabel A1 ( di letakkan di tempat yang terang ) bijinya bukan tumbuh semua , melainkan ada dua biji yang tidak tumbuh ( busuk ) dan delapan biji lainnya tumbuh dengan rata-rata 24mm. dan biji kacang merah yang di letakkan di dalam gelas yang berlabel B2 ( di letakkan di tempat yang gelap ) bijinya tumbuh semua dengan rata-rata 72mm. dengan hal ini sudah terlihat jelas bahwasannya biji yang di letakkan di tempat yang gelap lebih panjang dari pada biji yang di letakkan di tempat yang terang, namun biji yang di letakkan di tempat yang terang bijinya lebih pendek, batang kukuh, daun berkembang sempurna danberwarna hijau dan biji yang di letakkan di tempat yang gelap akan pucat, daun tidak berkembang,  dan batang tidak kukuh.
supaya lebih jelasnya lagi,  pada hari ke lima kami melakukan pengamatan pada biji kacang merah yang di letakkan di dalam gelas yang berlabel A3( di letakkan di tempat yang terang ) dan biji kacang merah yang di letakkan di dalam gelas yang berlabel B3( di letakkan di tempat yang gelap ).  Perbandingan biji kacang merah yang di letakkan pada gelas yg berlabel A3 ( di letakkan pada tempat terang) dan biji kacang merah yang di di letakkan pada gelas yang berlabel B3 ( di letakkan pada tempat yang gelap ) . pada label A3 ada tiga biji yang tidak tumbuh (busuk) dan tujuh lainnya tumbuh dengan rata-rata 29mm, dan pada label B3 biji tumbuh semua dengan rata-rata 78mm. Dari hal di atas terbukti bahwa biji pada gelas yang berlabel label B3 lebih panjang dengan rata-rata 78mm, dari pada biji pada gelas yang berlabel A3  dengan rata-rata 29mm.
Pada tabel A1 ada satu biji yang tidak tumbuh, ada beberapa faktor yang menyebabkan biji tersebut tidak tumbuh. Pada proses perkecambahan cahaya yang cukup dan aliran udara yang lancar sangat membantu biji untuk dapat bernafas dan melakukan metabolisme , saat berkecambah lingkungan di sekitar biji tidak boleh terlalu lembab atau banyak mengandung air . lingkungan yang terlalu lembab dapat menyebabkan biji tidak dapat bernafas bahkan dapat menjadi busuk, dan apabila factor-faktor tersebut tidak terpenuhi, maka biji akan tetap dalam keadaan dormansi, artinya biji akan tetap berada dalam masa tidur yang panjang dan tidak akan berkecambah
Pada tabel A2 juga terdapat beberapa biji yang tidak tumbuh , dan biji yang tidak tumbuh kali ini lebih banyak di bandingkan pada tabel A1, yang hanya  satu biji yang tidak tumbuh . pada tabel A2 ini ada dua biji yang tidak tumbuh hal ini di sebabkan karena pada saat proses perkecambahan biji kacang merah di letakkan di bawah terik matahari secara langsung , dan pada saat itu Kelembaban sangat di butuhkan yaitu melalui air , Proses perkecambahan dimulai dengan adanya peristiwa imbibisi yaitu masuknya air ke dalam biji sehingga menyebabkan biji membengkak kemudian pecah. Kelembaban yang terlalu tinggi menyebabkan penguapan yang terjadi sedikit. Sehingga transpor air lambat dan makanan lambat sampai ke tumbuhan. Akibatnya tumbuhan lambat tumbuh. Sebaliknya kelembaban yang terlalu rendah menyebabkan penguapan sangat banyak. Sehingga biji mengalami kekeringan dan biji tidak akan tumbuh.
Pada tabel A3 terdapat tiga biji yang tidak tumbuh hal ini di sebabkan karena adanya sirkulasi udara yang tidak lancar sehingga menyebabkan biji tidak bisa bernafas , dengan adanya cahaya yang cukup dan aliran udara yang lancar akan sangat membantu biji untuk dapat bernafas dan melakukan metabolisme , saat berkecambah lingkungan di sekitar biji tidak boleh terlalu lembab atau banyak mengandung air . lingkungan yang terlalu lembab dapat menyebabkan biji tidak dapat bernafas bahkan dapat menjadi busuk, dan apabila factor-faktor tersebut tidak terpenuhi, maka biji akan tetap dalam keadaan dormansi , artinya biji akan tetap berada dalam masa tidur yang panjang dan tidak akan berkecambah, selain itu apabila kelembaban terlalu rendah maka akan menyebabkan penguapan sangat banyak sehingga biji akan mengalami kekeringan dan tidak akan bisa tumbuh (busuk).

selain itu kami menemukan beberapa fakta yang sedikit unik , yaitu biji kacang merah yang berada di dalam gelas yang berlabel “B” biji di dalamnya tumbuh dengan panjang dan biji yang diletakkan di dalam gelas yang berlabel “A” biji di dalamnya tumbuh dengan lebih pendek . Dengan hal ini kami meneliti lagi, ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, salah satunya Cahaya matahari, mengapa cahaya matahari dapat di golongkan sebagai faktor yang menyebabkan terjadinya hal ini? Tidak lain karena cahaya ini dapat merusak hormon AUKSIN dimana hormon ini dapat membantu sekali dalam proses pertumbuhan, pada biji kacang merah yang di letakkan di tempat yang terang ( di bawah terik matahari) pasti lebih pendek atau pertumbuhannya lebih lambat , dan sebaliknya biji kacang merah yang di letakkan di tempat yang gelap ( tidak terkena cahaya matahari)  pasti lebih panjang atau pertumbuhannya lebih cepat.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman  diantaranya:
• Suhu / Temperatur Lingkungan
Tinggi rendah suhu menjadi salah satu faktor yang menentukan tumbuh kembang, reproduksi dan kelangsungan hidup dari tanaman. Suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22°C-37°C. Temperatur yang lebih atau kurang dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan pertumbuhan yang lambat atau berhenti.
• Kelembaban Udara
Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Tempat yang lembab menguntungkan bagi tumbuhan di mana tumbuhan dapat mendapatkan air lebih mudah serta berkurangnya penguapan yang akan berdampak pada pembentukan sel yang lebih cepat.
• Cahaya Matahari
Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat melakukan fotosintesis (khususnya tumbuhan hijau). Jika suatu tanaman kekurangan cahaya matahari, maka tanaman itu bisa tampak pucat dan warna tanaman itu kekuning-kuningan (etiolasi). Pada kecambah, justru sinar matahari dapat menghambat proses pertumbuhan.
• Hormon
Hormon pada tumbuhan juga memegang peranan penting dalam proses perkembangan dan pertumbuhan seperti hormon auksin untuk membantu perpanjangan sel, hormon giberelin untuk pemanjangan dan pembelahan sel, hormon sitokinin untuk menggiatkan pembelahan sel dan hormon etilen untuk mempercepat buah menjadi matang.

VII. kesimpulan
ü Pengaruh sinar matahari terhadap proses perkecambahan , Pada keadaan gelap, pertumbuhan tanaman mengalami Etiolasi yang ditandai dengan pertumbuhan yang abnormal (lebih panjang), pucat,daun tidak berkembang, dan batang tidak kukuh. Sebaliknya, dalam keadaan terang tumbuhan lebih pendek, batang kukuh, daun berkembang sempurna dan berwarna hijau.
ü Tipe perkecambahan pada biji kacang merah adalah epigeal

VIII . penutup
          Alhamdulilah dengan rahmat taufik hidayah ALLAH SWT kami bisa menyelesaikan laporan tentang perkecambahan pada biji kacang merah ini, semoga laporan ini bisa bermanfaat bagi yang membaca. Tapi laporan ini belum sempurna karena kesempurnaan itu hanya milik ALLAH , maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran anda. Apabila ada kesalahan dalam penulisan laporan ini , harap di maklumi.

Kamis, 01 November 2012

laporan fotosintesis

SMA NEGERI 1 BLEGA BANGKALAN
TAHUN PELAJARAN 2012/2013


29/09/2012






DI SUSUN OLEH  : KELOMPOK X
KELAS                  : XII IPA 2
ANGGOTA           : ACH FAUZAN
                             MULYADI
                             YUSMANIAR  N AFIFAH
                             ITBAUL HASANAH



I .  TUJUAN
1.    Untuk mengetahui pengaruh sinar matahari terhadap proses pembentukan glukosa .
2.    Untuk mengetahui hasil fotosintesis berupa glukosa
II. DASAR TEORI
          Fotosintesis adalah mengolah bahan sederhana menjadi bahan yang kompleks dengan bantuan cahaya pada tumbuhan. Bahan sederhana yang digunakan oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis adalah karbon dioksida dan air. Tumbuhan umumnya mendapatkan karbon dioksida dari udara dan mendapatkan air dari tanah. Karbon dioksida diubah menjadi gula. Hasil sampingan proses ini adalah gas oksigen.
Proses ini memerlukan energi yang alami didapat dari cahaya matahari. Energi cahaya matahari ini diserap oleh klorofil yang terdapat pada tumbuhan. Proses Fotosintesis menghasilkan oksigen dan karbohidrat. Fotosintesis pada tumbuhan dilakukan pada siang hari dengan bantuan sinar matahari dan karbon dioksida serta mengeluarkan oksigen dan karbohidrat. Oksigen akan disebarkan ke luar tumbuhan sehingga manusia dapat menghirupnya untuk bernafas sedangkan karbohidrat digunakan oleh tumbuhan itu sendiri untuk pertumbuhan.
Pada malam hari karena tidak ada cahaya matahari, tumbuhan mengambil oksigen dari udara dan mengeluarkan karbon dioksida. Pada tugas laporan ini saya akan membahas mengenai pembuktian bahwa fotosintesis menghasilkan karbohidrat dan oksigen.
Dalam fotosintesis berlangsung dalam dua tahap , yaitu reaksi terang dan gelap. Reaksi terang merupakan pemecahan atau penguraian air oleh cahaya  matahari . energi dari cahaya matahari  di tangkap oleh klorofil untuk di ubah menjadi energy kimia yang di simpan dalam bentuk ATP . selanjutnya , ATP di gunakan untuk menguraikan air  menjadi oksigen. Selanjutnya hidrogen di hasilkan oleh penguraian air  kemudian bergabung dengan NADP ( nikotinamida adenine dinukleotida fosfat / dalam bentuk oksidasi ). NADP selanjutnya berubah menjadi NADPH + H+ ( nikotinamida adenine dinukleotida fosfat H / dalam bentuk reduksi ) dan melepaskan oksigen sebagai hasil sampingan , berikut adalah reaksinya.
          NADP+ + 2H+ + 2e→ NADPH + H+
Reaksi gelap berlangsung dengan menggunakan produk hasil dari reaksi terang yaitu ATP dan NADPH2 , untuk mengubah karbon dioksida menjadi karbonat, tetapi tidak memerlukan cahaya matahari . dalam reaksi gelap ATP berperan sebagai sumber energi , sedangkan NADPH2 berperan sebagai sumber tenaga pereduksi.

III.  ALAT DAN BAHAN
a)    ALAT
·       Beaker glass 250 ml                        3 buah
·       Beaker glass 100 ml                        1 buah
·       Kaki tiga                                           1 buah
·       busen                                               1 buah
·       Kasa                                                  1 buah
·       Penjepit buaya                                1 buah
·       Korek api                                          1 buah
·       Termometer                                    1 buah      
·       Aluminium foil                                1 buah      
b)    BAHAN
·       Daun yang terkena sinar matahari
·       Daun yang terkena sinar matahari di tutup sebagian
·       Air secukupnya
·       Yodium tincture
·       Alcohol 70%
IV. PROSEDUR

1.    Beaker glass 1 → berisi air
2.    Beaker glass 2 → berisi alcohol
3.    Beaker glass 3 → berisi yodium
4.    Mendidihkan air ± 20 menit
5.    kemudian memasukkan daun kedalam air selama Memindahkan daun kedalam alkohol yang sudah di panaskan ± 2 menit
6.    Memindahkan daun kedalam yodium tinkture
V. Data hasil pengamatan
A.    Sebelum









B.     Sesudah







no
Hasil uji

keterangan
Gejala Pada bagian daun yg tertutup ( alumunium foil )
Gejala Pada bagian daun yg tidak tertutup
1
Pada bagian daun yg tertutup terdapat warna biru (atau menghasilkan glukosa)
Pada bagian daun sebagian ada yg tidak berwarna biru

2
Warna hijau muda dominan pada bagian yg tertutup
Daun berwarna hijau tua




VI.  ANALISIS
          Pada daun yang terbuka bagian daun mendapatkan cahaya keseluruhan, otomatis daun tersebut dapat melakukan fotosintesis dengan sempurna yaitu melalui reaksi terang dan  akan di teruskan dengan reaksi gelap yang akan menghasilkan glukosa dan energi . Pada percobaan kami ternyata daun tersebut tidak berwarna biru secara keseluruhan (tidak menghasilkan glukosa), ada sebagian kecil yang tidak berwarna biru . untuk lebih jelasnya kami akan membahasnya dalam pembahasan .
          Sedangkan pada daun yang sebagian di tutupi dengan alumunium foil , bagian daun tidak mendapatkan cahaya dengan sempurna ada sebagian yang di tutupi tersebut  tidak mendapatkan cahaya, jadi pada bagian yg tertutup tidak akan bisa melakukan fotosintesis karena tidak mendapatkan cahaya. Nah pada percobaan ini bagian daun yang tertutupi alumunium foil sebagian ada yang berwarna biru (menghasilkan glukosa dan energi ), menanggapi masalah yang sudah di jelaskan di atas , kelompok kami menyimpulkan dalam beberapa pertanyaan
Ø Mengapa pada bagian daun yang terkena matahari, ada sebagian yang tidak menghasilkan glukosa?
Ø Apa yang menyebabkan daun tersebut kekurangan H2O?
Ø Mengapa pada bagian daun yang tertutup alumunium foil masih bisa melakukan fotosintesis?
Ø Bahan apa saja yang harus terpenuhi agar bisa melakukan reaksi gelap?
VII. PEMBAHASAN
          Dalam sub bab ini kami akan mencoba menjawab dan membahas pertanyaan-pertanyaan yang sudah kami simpulkan di atas
o   Dalam proses fotosintesis memerlukan bahan utama yaitu H2O dan CO2 pada praktikum ini kami menyimpulkan bahwa daun yang terkena matahari glukosanya tidak merata ( sebagian ) yang seharusnya glukosa pada daun tersebut merata. Kemungkinan bahan utama yang tidak terpenuhi adalah H2O , H2O di hasilkan dari akar yang menyerap air dari tanah, kemudian air akan di angkut oleh pembuluh xilem hingga sampai ke daun dan seluruh bagian tumbuhan
o   Ada beberapa hal yang menyebabkan pengangkutan air oleh xilem bisa terhambat diantaranya daya serap akar, daya hisab daun . sehingga air tidak bisa terangkut merata dan pada bagian daun ada yang tidak bisa melakukan proses fotosintesis yang mebutuhkan bahan utama yaitu H2O dan CO2.
o   Fotosintesis di bagi dua yaitu reaksi terang dan reaksi gelap, reaksi terang dapat di lakukan pada tempat yang terang , dan reaksi gelap dapat di lakukan apabila reaksi terang sudah di lakukan karena reaksi gelap membutuhkan bahan utama yg di hasilkan  reaksi terang yaitu ATP+NADH2 untuk menjadi molekul glukosa, sebelum terbentuk molekul glukosa ATP+NADH2 membentuk APG (asam phospo gliserol) kemudian akan membentuk glukosa (C6H12O6) , dalam praktikum kami daun yang di tutupi dengan alumunium foil ,  sebelum daun di tutupi dengan alumunium foil, daun sudah sempat melakukan reaksi terang kemudian hasil dari reaksi terang di teruskan dengan reaksi gelap dan akan menghasilkan glukosa, sehingga bagian daun yang tertutup tampak berwarna biru ( menghasilkan glukosa).
o   fotosintesis di bagi dua yaitu reaksi terang dan reaksi gelap, reaksi terang dapat di lakukan pada tempat yang terang , dan reaksi gelap dapat di lakukan apabila reaksi terang sudah di lakukan karena reaksi gelap membutuhkan bahan utama yg di hasilkan  reaksi terang yaitu ATP+NADH2 untuk menjadi molekul glukosa, sebelum terbentuk molekul glukosa ATP+NADH2 membentuk APG (asam phospo gliserol) kemudian akan membentuk glukosa (C6H12O6) ,
VIII. KESIMPULAN
v sinar matahari sangat di butuhkan dalam proses fotosintesis, cahaya matahari akan di tangkap oleh klorofil, dan akan di ubah menjadi energi kimia dan di simpan dalam bentuk ATP. Dan ATP adalah bahan utama dalam melakukan fotosintesis.
v Setelah melakukan praktikum ternyata hasil fotosintesis yang berupa glukosa dapat di lihat pada bagian daun yang berwarna biru.

IX. PENUTUP
          Demikian laporan praktikum ini kami buat tentang hasil dari fotosintesis yang berupa glukosa , apabila ada kesalahan dalam bentuk apapun kami mohon maaf. Dan semoga laporan ini bermanfaat  bagi kami maupun anda yang membaca.